Kamis, 05 Maret 2020

SELAMAT DATANG DI "WEBSITE BLOG PDGI CABANG WONOGIRI"

Saya  mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada sejawat dokter gigi khususnya anggota PDGI Cabang Wonogiri. Blog ini saya buat dengan harapan bisa menjadi media komunikasi dan media diskusi antar sejawat dokter gigi di Wonogiri.
Sejauh ini saya memandang, komunikasi antar dokter gigi di Kabupaten Wonogiri baik secara dinas maupun personal sangat kurang. Namun saya cukup memahami, mengingat beberapa alasan berikut ini: tempat dinas yang saling berjauhan dan kurangnya frekwensi pertemuan.
Namun begitu, kita patut bersyukur, sebab kemudahan mengakses internet dapat dilakukan di desa yang jauh dari kota kabupaten sekalipun. Sehingga dokter gigi yang yang berdomisili jauh dari kota kabuaten daat turut menikmati layanan teknologi tersebut.  Oleh karena itu, dengan terbentuknya blog ini, saya mengucapkan SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERGABUNG kepada sejawat dokter gigi di Kabupaten Wonogiri".
Mari saling berbagi melalui media blog ini.
Jayalah PDGI Cabang Wonogiri!


Salam sejawat.



Sabtu, 04 Maret 2017

KARTU TANDA ANGGOTA PDGI CABANG WONOGIRI



























Sejawat yth: Silahkan download KTA anda. Caranya Klik kanan "save image as". Terima kasih

Senin, 27 Februari 2017

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SETELAH CABUT GIGI



Sejauh ini, kami masih sering menjumpai beberapa orang melakukan hal yang salah setelah menjalani pencabutan gigi. Salah satunya adalah berkumur-kumur secara berlebih, disamping merokok dan minum pakai sedotan sesaat setelah cabut gigi. Jawaban “berkumur untuk menghilangkan darah yang keluar” atas pertanyaan yang kami ajukan, menunjukkan ketidak-pahaman mereka akan perawatan yang seharusnya dilakukan setelah cabut gigi.
Penyuluhan terhadap kader kesehatan dalam wilayah kerja tempat kami mengabdi sudah pernah diberikan. Demikian juga penyuluhan-penyuluhan kedusun-dusun atau linkungan-lingkungan dengan memanfaatkan pertemuan Posyandu dapat dikatakan lebih dari cukup. Akan tetapi, kenyataan yang kami dapati ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Oleh karena itu, seiring dengan kemudahan mengakses internet di era sekarang ini, menggelitik kami untuk memberi pemahaman lewat tulisan, yang kami posting di website blog PDGI Cabang Wonogiri.

Hal-hal yang harus dilakukan setelah menjalani pencabutan gigi:
1.   Gigit dengan kuat kasa atau tampon steril kurang lebih 30 menit untuk menghentikan perdarahan, kemudian membuangnya dengan hati-hati agar gumpalan darah yang terbentuk tidak rusak.
2.       Jika darah masih tetap keluar, gantilah dengan kasa atau tampon steril yang baru,
3.       Makanlah dengan diet lunak dan tidak panas sekama 3-5 hari setelah cabut gigi.
4.     Kompreslah dingin 3-5 jam setelah cabut gigi selama 20 menit dalam waktu 24 jam untuk mengurangi pembengkakan.
5.       Setelah 24 jam, dilanjutkan dengan kompres hangat.
6.       Beristirahatlah yang cukup,  setidaknya 8-10 jam.
7.       Berbaringlah dengan posisi kepala lebih tinggi, setidaknya dengan 2 tumpukan bantal.
8.       Minumlah obat-obatan yang diresepkan.
9.    Jika pencabutan dilakukan dengan penjahitan, kembalilah untuk melepas jahitan sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.
10. Kontrollah jika terjadi hal-hal sebagai berikut: nyeri tidak dapat dikontrol oleh penghilang rasa sakit, terjadi pembengkakan yang berlangsung setelah 3 hari, terjadi perdarahan tidak dapat dikontrol dengan menggigit kasa dan jika mengalami demam.
 
Hal-hal yang harus dihindari setelah menjalani pencabutan gigi:
1.    Hindari berkumur-kumur pada hari pencabutan. Tindakan berkumur akan mengganggu terbentuknya jendalan darah.
2.     iHHindari memegang luka bekas cabutan. Kebiasaan memegang luka bekas cabut sering dilakukan oleh anak kecil setelah giginya dicabut. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi orang tua, karena tindakan ini akan berpotensi timbulnya infeksi.
3.       Hindari mengisap atau minum pakai sedotan. Tindakan menghisap atau menyedot akan memberi tekanan negatif pada luka bekas cabut, sehingga darah yang sudah mulai menggumpal akan pecah, dan terjadi perdarahan.
4.       Hindari merokok. Kandungan nikotin dalam asap rokok akan mengganggu proses penyembuhan luka.
5.       Hindari makanan panas. Makanan panas dapat meningkatkan perdarahan
6.       Hindari makanan pedas. Makanan pedas akan menimbulkan iritasi.
7.      Hindari makanan yang keras. Untuk menghaluskan makanan yang keras menharuskan mengunyah secara kuat atau perlu mengunyah secara berlebihan. Hal ini tentu dapat memacu perdarahan dan mengganggu penyembuhan luka.
8.    Hindari aktivitas berat (yg mengerahkan tenaga) seperti olahraga, menggendong anak. Aktivitas berat akan meningkatkan tekanan darah. Darah terdorong ke socket bekas cabutan, sehingga memacu perdarahan.
9.       Hindari meludah. Gerakan meludah akan memperburuk perdarahan yang terjadi.
10.   Hindari menyikat gigi pada daerah pencabutan paling sedikit 12 jam. Gerakan menyikat akan merusak jendalan darah yang telah terbentuk.

Semoga bermanfaat.

Minggu, 06 November 2016

NORMALISASI WAKTU KERJA

Mohon sejawat yang mempunyai acuan atau referensi pengisian normalisasi waktu kerja untuk unsur-unsur tsb menghubungi ketua pdgi. Atau sejawat mengisi yang sebenar-benarnya untuk selanjutnya akan saya buat rata-rata. Tk

Selasa, 20 Oktober 2015

FORMAT BORANG DOKTER GIGI TERKINI

Salam sejawat,
Sejawat drg anggota PDGI Cab. Wonogiri yang saya hormati,
Pada hari Jumat, 16 Oktober 2015 di sela-sela acara Seminar dan Hands On di Solo Paragon, kami para pengurus Cabang se Soloraya mengadakan pertemuan konsolidasi dengan beliau Ketua PB PDGI drg. Farichah Hanum, M.Kes. Pertemuan diadakan setelah usai waktu sholat Jumat di Restouran Lobi hotel tersebut. 
Pertemuan konsolidasi tersebut dihadiri oleh pengurus atau perwakilan pengurus cabang Wonogiri, Sragen, Boyolali, Klaten, Karanganyar dan tuan rumah Solo. Hadir pula pada pertemuan tersebut drg Kustanto PH, M.Kes, tapi saya tidak tahu mewakili pengwil atau sebagai sesepuh PDGI Soloraya. Hal itu tidak penting, karena yang terutama ingin saya sampaikan adalah beberapa pesan beliau/Ket PB PDGI, terutama berkaitan dengan urusan sertifikasi dan Registrasi dokter gigi. Diperkirakan pada tahun 2016 akan terjadi tsunami pengurusan Sertifikasi dan Registrasi, oleh karena itu dimohon sejawat semua segera mempersiapkan diri.
Setelah lepas dari ketua unit P3KGB 4 tahun yang lalu, saya tak lagi meng-update mengenai borang sertifikasi dan registrasi drg. Ternyata dari pertemuan kemarin, saya baru tahu ada pembaharuan borang drg. Oleh karena itu mohon perhatiannya bagi sejawat semua untuk segera mencari formulir borang terbaru tsb. Bagi sejawat yg menginginkan dapat download diblog kita ini. Caranya klik "DAFTAR DOWNLOAD" pada LAMAN di sisi kanan atas, lalu pilih dengan klik bagian yg ingin diunduh. Jangan lupa menuliskan kode verifikasinya terlebih dahulu. Gampang kan?
Untuk oleh-oleh lain dari pertemuan konsolidsi tersebut, akan kami sampaikan di rapat bulan Nopember 2015.
Demikain, sampai jumpa.


Senin, 23 Maret 2015

DAFTAR ANGGOTA BARU ATAU PEMBAHARUAN KTA PDGI



 Syarat Pembuatan KTA Baru
1. Mengisi formulir pendaftaran anggota PDGI
2. Fc STR/Ijasah 1 lbr
3. Passfoto 3x4 1 lbr
4. Surat Pengantar dari PDGI Cabang setempat.
Syarat Mutasi dan Herregistrasi
1. Mengisi formulir pendaftaran anggota PDGI
2. Fc STR 1 lbr
3. Passfoto 3x4 1 lbr
4. Fc KTA Lama
5. Surat Pengantar dari PDGI Cabang setempat untk mutasi/herregistrasi
6. Jika mutasi mohon dilampiri surat mutasi dari cabang asal
Syart Pembuatan KTA hilang
1. Mengisi formulir pendaftaran anggota PDGI
2. Fc STR/Ijasah 1 lbr
3. Passfoto 3x4 1 lbr
4. Membayar ADM Rp Rp 10.000 ke Rek BNI 0010536539
a/n PB Persatuan DokterGigi Indonesia
5. Surat Pengantar dari PDGI Cabang setempat disertai bukti bayar.

Pengurus PDGI Cabang Wonogiri


Sumber lampiran surat PB PDGI No. 677/PB PDGI/KTA/Xii/2014

Jumat, 20 Maret 2015

GERAKAN BEBAS KARIES "PRGRAM 21 HARI MENYIKAT GIGI PAGI DAN MALAM HARI"

Hingga saat ini kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih memprihatinkan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas) tahun 2013, indeks DMF-T masih cukup tinggi yaitu 4,6 dan 25,9% masyarakat Indonesia mempunyai masalah dalam hal kesehatan gigi dan mulut. Meski lebih dari 90% masyarakat Indonesia sudah menyikat gigi dua kali sehari, akan tetapi hanya 2,3% yang melakukan di waktu yang tepat yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia yang belum baik tersebut.
Atas dasar kesamaam visi dan misi untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia, maka sejak tahun 2008, PB PDGI dan PT. Unilever Indonesia Tbk melakukan kerjasama di bidang promotif dan preventif dengan membentuk SD UKGS Binaan. Kegiatan nyata yang dilakukan di SD UKGS Binaan PDGI tersebut meliputi Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Silat Gigi Bersama. Meski kerjasama PB PDGI dengan PT. Unilever Indonesia Tbk telah berjalan sejak 2008, namun PDGI Cabang Wonogiri, baru mulai melakukannya sejak tahun 2013, yaitu saat proposal pengajuan SD UKGS Binaan PDGI Cabang Wonogiri dikabulkan oleh PB PDGI. Sejak itulah PDGI Cabang Wonogiri mendapat kesempatan membina SD-SD terpilih dalam program SD UKGS Binaan. Bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Dunia yang jatuh pada tanggal 20 Maret, PDGI Cabang Wonogiri tak pernah absen melakukan kegiatan Bakti Sosial di SD Binaan tersebut dengan kegiatan: Pembagian sikat gigi dan pepsodent, Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta memandu sikat gigi bersama terhadap semua siswa di SD Binaan tersebut.
Perigatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Dunia atau WOHD: World Oral Health Day, pada tahun 2015 ini dikemas melalui Gerakan Bebas Karies dengan Program 21 Hari Menyikat Gigi Pagi dan Malam. Pada Peringatan WOHD tahun 2015 ini, kegiatan pembinaan kesehatan gigi dan mulut dipusatkan di Kecamatan Manyaran, 30 km arah barat daya kota kabupaten Wonogiri. SD terpilih sebagai SD Binaan yaitu:
  1. SDN Manyaran I dengan jumlah siswa: 142  anak
  2. SDN Manyaran II dengan jumlah siswa: 100 anak
  3. SDN Bero I dengan jumlah siswa: 128 anak
  4. SDN Punduhsari III dengan jumlah siswa: 148 anak
Adapun kegiatan yang dilakukan berupa:
  1. Rabu, 18 Maret 2015: "Refreshing guru UKS". Melibatkan guru-guru UKS SD se-Kecamatan Manyaran. Hadir dalam pertemuan tersebut 31 guru UKS.
  2. Jumat, 20 Maret 2015: Puncak Peringatan Hari Kes Gigi dan Mulut Dunia. Kegiatan meliputi:
  • Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut teradap siswa
  • Pembagian dan penjelasan cara mengisi kalender Pepo/Stiker
  • Pengucapan Janji/Ikrar Menyikat gigi
  • Pembagian Sikat gigi dan Pepsodent kepada siswa
  • Pemberian Flipchart kesehatan gigi dan model gigi ke pihak sekolah
Adapun kegiatan evaluasi diadakan tanggal 27 Maret, 4 April dan 10 April. Hingga artikel ini ditulis, kegiatan evaluasi tanggal 27 Maret telah dilakukan. Berikut ini disajikan dokumentasi dari kegiatan-kegiatan tersebut:

Refreshing guru UKS oleh drg. S. Riyanta

Refreshing guru UKS Oleh drg. Asih Widiastuti

Refreshing guru UKS oleh drg. Artika Wijono

Refrehsing guru UKS ole drg Juni Handajani

SD Punduhsari 3: bagi-bagi sikat gigi dan pepsodent

SDN Punduhsari 3: Penyuluhan Kesgi

SDN Punduhsari 3: drg Kecil SDN Punduhsari 3

SDN Punduhsari 3: Mengucapkan Ikrar Menyikat gigi

SDN Punduhsari 3: Tunjukkan sikat dan Pepsodent

SDN Punduhsari 3: drg kecil menyikat gigi dipandu oleh drg beneran